Sejak tahun 2022 saya memutuskan untuk berolahraga, bermodalkan jam tangan pintar yang sederhana. Awalnya memang tujuan olahraga ini bukan untuk fomo-fomoan, tahun 2022 kan memang belum booming marathon di sosial media (saya rasa).
Alasannya simpel sih, saya ini sering sakit semenjak badan menjadi melar gara-gara kerja di office. Kalau dulu sih kerja bagian di lapangan, dan pasti berdiri selama lebih dari 8 jam. Nah ini di office yang kerjanya kebanyakan duduk dan cemal-cemil bikin badan tak terasa gemuk.
Awal 2019 itu badan berdasarkan IMB masih ideal, dengan tinggi 171cm saat itu hanya 65kg. Seiring tahun berganti, akhirnya menjadi 79kg. Memang masih belum terlalu gemuk, dan belum masuk obesitas, tapi dengan berat badan segitu penyakit semakin banyak berdatangan.
Mulai dari sakit kepala, kolesterol hingga darah tinggi. dengan usia 30an awal saya merasa seperti orang tua. Memang pada jaman pandemi pernah beli sepeda, dan ternyata hanya kepakai setahun saja. Kesananya jadi malas, harus tempuh puluhan kilometer untuk membakar lemak.
Beda kan dengan lari, 5km saja rasanya sudah capek dan berkeringat seember.
AKHIR TAHUN 2022 MENJADI TAHUN PERUBAHAN
Saat pertama kali lari rasanya berat sekali, saat itu mungkin hanya sekitar 3km. Rasanya sangat lelah dan besoknya langsung pegal-pegal. Padahal lari saat itu sangat pelan, pace 10an kalau dari datanya.
Namun, itu tidak menjadi malah malas kedepannya. Terus melihat perkembangan dari data smartwatchnya, mulai paham apa itu VO2max dan pace.
TAHUN 2026 MENJADI TAHUN EMAS BAGI DIRI SENDIRI
Kenapa disebut tahun emas, karena saya baru menyadari ternyata sudah menjadi viral olahraga running ini. Jadi saya merasa, ohh ini rasanya kalau sudah menjalani hal yang viral sebelum viral. Jadi kesannya saya sudah kering disaat orang lain baru nyemplung, hahaha...
Ditahun 2026 ini saya mulai serius latihan, tapi bukan latihan sih. Kalau latihan kan seperti persiapan menghadapi perlombaan, mungkin bisa di sebut mulai konsisten berlari di pagi hari dan mulai terjadwal.
Mulai dari easy run, tempo, interval dan long run sudah terjadwal setiap minggunya, jadi sejak tahun 2022 hingga 2026 ini rasanya sayang sekali kalau bangun tidur siang, apalagi mumpung libur jadi begadang dan bangun siang. Itu yang paling di hindari saat ini semenjak lari pagi.
KELUARGA KECIL DIAJAK
Sehat itu tidak untuk diri sendiri, namun juga untuk orang yang kita cintai. Saya ajak istri dan anak yang masih usia 6th untuk lari, caranya sih gampang tinggal ikut event. Dan jujur, event pertama saya bersama keluarga kecil ini.
Walaupun ngos-ngosan tapi rasanya sangat senang sekali. Saya berharap ini terus konsisten sampai bisa tembuh Full Marathon, hehe.
![]() |
| Ini event pertama kami di Running event, Bandung, |
![]() |
| Si kecil ini ternyata bisa lari 5km 01:02:21 |
![]() |
| Hahaha bapaknya mah PB (personal best) 10K 58 menit, jujur senang sekali bisa dibawah 1 jam |
Jadi, sebenarnya olahraga itu bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga buat keluarga.
Waktu usia 30 tahun, saya pernah didiagnosis kolesterol 260 mg/dL dengan tekanan darah 160/90. Dokter sampai bilang, "Ini kayak usia 50 tahun, Mas... kok bisa?"
Artinya, walaupun usia kronologis saya baru 30 tahun, kondisi tubuh saya sudah seperti usia 50 tahun. ðŸ˜ðŸ¥º
Dari situ saya mulai berpikir, "Kalau begitu, usia gue tinggal 13 tahun lagi dong?" Secara, standar usia Nabi Muhammad SAW adalah 63 tahun. Arrrghhh... mana cicilan belum lunas, anak masih kecil. 😂
Akhirnya, saya terdorong untuk mulai olahraga. Setidaknya bisa memperpanjang potensi hidup, hahaha. Ya, walaupun umur itu urusan Tuhan, sebagai manusia kita tetap harus berikhtiar dan menjaga apa yang sudah diberikan.
Prinsip hidup saya pun akhirnya berubah.
Saya sudah melewati usia 20–30 tahun dan sudah mencoba berbagai macam makanan yang saya mau. Jadi, ketika memasuki usia 30-an, saya mulai berpikir, "Dulu umur 20–30 tahun sudah coba macam-macam makanan. Sekarang saatnya mulai pilih-pilih makanan."
Karena asupan makanan di usia 30–40 tahun, ditambah kurangnya aktivitas fisik, dampaknya mungkin baru terasa ketika memasuki usia 50–60 tahun.
Nah, sekarang setelah rutin olahraga pun saya sebenarnya masih makan apa saja. Tapi mungkin cukup seminggu sekali. Yaa... hitung-hitung self reward-lah. 😂
Kalau ada yang bilang saya FOMO, ya gapapa. Mereka juga nggak tahu kan tujuan hidup kita sebenarnya apa dan untuk siapa. Lagipula, kalau FOMO-nya positif dan bikin kita lebih sehat, kenapa tidak?
Efeknya sekarang, kolesterol sudah normal, tekanan darah juga normal, dan bonusnya berat badan turun.



0 Komentar