Kali ini saya ingin bercerita tentang masa lalu yang penuh keceriaan, tepatnya ketika tahun 2008-2010, jaman dimana handphone sudah meraja lela dimana-mana, kala itu Nokia menjadi rajanya handphone. Disusul oleh brand Sony Ericson dan Motorola, memang handphone jaman dulu beraneka rupa bentuknya, namun fungsinya sama yakni bisa menelpon, SMS juga berfoto.
AWALNYA MEMILIKI HANDPHONE
Pada waktu itu sekitar tahun 2008, ketika kelas 3 SMP, saya dan teman-teman dikampung seperti biasa nongkrong di tempat tongkrongan dekat rumah, ketika itu teman-teman memegang handphone semua, karena dan jelas menggunakan handphone yang ada kameranya, sementara saya sendiri tidak memiliki handphone, tapi saat itu tidak masalah, toh belum terlalu ingin juga.
Namun orang tua tidak sengaja melihat segerombolan anak kampung yang asyik berjalan sambil menatap layar handphone, dan hanya saya saja yang tidak seperti mereka. Keesokan harinya orang tua menawari saya untuk dibelikan handphone, seperti durian runtuh yang terjadi di siang bolong, siapa yang tidak mau jika anak SMP ditawari handphone.
Orang tua bilang bahwa hanya dibelikan handphone yang tidak ada kameranya, alasannya khawatir menonton hal yang tidak seharusnya ditonton, alias menonton p*rnograpi. Saya bilang bahwa lebih baik tidak dibelikan, kalau seperti itu, nanti akan beli sendiri jika uangnya sudah terkumpul. Tapi karena iba, orang tua akhirnya membelikan handphone yang ada kameranya juga.
Kala itu masih ingat sekali handphone yang dibeli adalah Sony Ericson tipe K510i, harganya sekitar Rp1,2jutaan dan itupun bekas. Memang handphone dulu itu seperti barang mewah.
| Seperti ini penampakan handphone pertama saya, dibelikan oleh orang tua tentunya, hehe |
Ketika masuk SMA pun handphone belum pernah ganti, mungkin sampai pertengahan semester baru ganti, alasannya karena saat itu rusak, terlalu sering digunakan main game dengan tombol analognya, info dari tukang service mengalami kerusakan pada chip nya, dan jika ingin dijual, hanya sekitar Rp50ribu saja, ahhhh... dari pada disimpan, lebih baik dijual saja.
BERGANTI ZAMAN KE HANDPHONE CHINA
Pada tahun 2010 handphone yang paling laris saat itu adalah jenis qwerty, selain kekinian, harganya pun lumayan murah, hanya sekitar Rp900ribuan sudah bisa dibeli dengan baru, bukan bekas.
| Jaman hp qwerty, tenar dan keren |
Sebagai gantinya, akhirnya saya membeli handphone tiper seperti ini, tapi tidak memilih yang qwerty, alasannya karena saat itu handphone qwerty hanya dipakai oleh kalangan cewek-cewek SMA, untuk cowok pada umumnya memakai handphone Nokia atau Sony, sekalipun modelnya jadul.
Saya lupa merknya apa, tapi yang jelas itu adalah handphone cina dengan ketikan biasa (bukan qwerty) dan layarnya bisa disentuh, karena memang dulu layar sentuh sangat jarang sekali, dan menjadi hal yang mewah.
| Dari penampakannya seperti ini, namun bisa layar sentuh |
Dan handphone seperti ini ternyata tidak awet, mungkin hanya bisa digunakan selama setahun saja, apalagi ketika menerima pesan sms, jika penuh makan pesan yang masuk tidak akan bisa masuk, jadi terpaksa harus menghapus pesan yang lama.
DISALIP OLEH HANDPHONE BLACKBERRY
Jujur saat orang biasa menggunakan handphone cina, namun disekolah kala itu ada beberapa anak yang memiliki Blackberry, dan ini termasuk handphone mewah pada jamannya, bayangkan saja harga barunya saja sekitar Rp5jutaan untuk yang biasa, yang lebih tinggi mungkin hingga Rp7jutaan. Dan saat itu belum ada yang bekas.
Hal yang membuat saya tertawa adalah ketka guru merazia handphone dan menemukan BB (blackberry), sedikit kebingungan, mungkin untuk pertama kalinya memegang BB, hehe.
Saat orang lain menggunakan BB, saya tidak terlalu tertarik, dan malah menggunakan Nokia, saat itu beli handphone Nokia tipe X2-00 dengan harga barunya Rp1,4jutaan. Saya rasa ini dimana Nokia mengalami kemunduran atau kemerosotan, pasalnya harganya menjadi murah, padahal kualitas yang ditawarkan sangat high end.
| Handphone yang simpel dan bagus, mengetik pun rasanya empuk sekali. |
Bayangkan saja, Nokia tipe X2-00 sudah dilengkapi kamera 5MP, dimana handphone yang lain mungkin sekitar 2mp, dan BB saja paling tinggi sekitar 2,5MP. Masih kalah jauh oleh Nokia yang baru saja saya beli.
![]() |
| tangkapan kamera X2 dari Nokia, sangat jelas, dan detail pada eranya, maaf numpang eksis, hehe |
Namun sekali lagi kepopuleran BB menjadi peringkat teratas penjualan handphone kala itu, bahkan majalah Pulsa pun memasang gambar BB di headline beritanya.
ANDROID MULAI MENYERANG!
Pada tahun 2012-2013 handphone berubah menjadi smartphone, dan disaat inilah teknologi komunikasi mulai menjadi canggih, saya lebih sering menyebutnya dengan "Masa depan sudah tiba".
Bagaimana tidak, seseorang bisa menemukan tempat hanya dengan smartphone, cukup dengan google maps, dan intenet menjadi rajanya. Apa-apa cukup dengan googling di smartphone, dan kecepatannya sangat bisa diandalkan sekali, jika dibandingkan dengan handphone jadul walaupun memiliki kamera, tidak sebanding, karena memang menggunakan operating system yang berbeda.
Smartphone yang saya beli untuk pertama kalinya adalah Advan.
| Saya lupa apa tipenya, tapi yang jelas penampakan handphonenya seperti ini, sangat sederhana, wajarlah tipe kalangan bawaah, harganya sekitar Rp1jutaan |
Demikianlah cerita saya menghadapi kecanggihan alat komunikasi, dari mulai tahun 2008 hingga 2013, saat ini sudah menjadi pengguna iOS, mungkin akakn dibagas di artikel selanjutnya.

0 Komentar