Tidak semiskin yang dibayangkan. Saya berusia tiga puluh tahun dan sudah memiliki keluarga, anak hanya satu saat ini, namun kebutuhan rumah tangga ternyata tidak semudah dan semurah yang dibayangkan.
Saya menikah pada usia 25tahun, dan saat itu sedang tidak bekerja, namun ada sedikit tabungan setidaknya untuk modal menikah, sejujurnya tidak ingin terburu-buru menikah, namun pihak wanita terus meminta kepastian dan terus menanyakan tanggal pernikahan.
Jadi akhirnya orang tua kami sepakat dengan tanggal yang sudah ditentukan, walaupun secara finansial saya belum siap saat itu, mungkin menjadi buah bibir para tetangga kala itu.
RUMAH TEMPAT BERNAUNG
Tepatnya bukan rumah, tapi kontrakan tepatnya. Itupun kontrakan yang dimiliki orang tua, hanya satu petak saja, jadi memang cukup untuk kami berdua dan hingga kini kami bertiga.
Dengan dua lemari dan satu alas tidur membuat sempit setiap sudut, dan belum lagi ada kulkas, untung saja televisi bisa di tempatkan ditembok, jadi jika dibilang miskin tidak juga, karena kami memiliki setiap kebutuhan tersiernya.
Namun kadang dengan kondisi seperti ini, merasa bersalah juga tidak mempersiapkan segalanya sebelum memulai berkeluarga, tapi jika seperti itu atau menunggu mapan, mungkin hingga saat ini tidak akan bertemu dengan anak tercinta.
PEKERJAAN
Pekerjaan saya saat ini menjadi salah satu buruh diperusahaan swasta didaerah tempat tinggal, jaraknya tidak begitu jauh, sekitar 40 menit jika tempuh dengan kendaraan roda dua. Untuk penghasilan saya bilang lumayan, dengan gaji diatas umr kabupaten karawang (Rp4,7juta).
Namun hari ini apakah cukup dengan penghasilan lima juta sebulan, ditambah lagi dengan keperlan istri, anak dan diri saya sendiri. Tapi alhamdulilahnya masih tercukupi hingga saat ini.
Istri juga tidak tinggal dia berjualan es kul-kul depan kontrakan, yaa walaupun sehari kadang dapat Rp50 ribu itu cukup membantu juga, jadi kasarnya ada uang untuk bayar token listrik atau beli tabung gas.
| Jualan es kul kul, menggunakan meja komputer saya, mau tidak mau harus berbagi meja, hehe |
CITA CITA DAN HARAPAN
Saya dan keluarga tidak ingin terus menerus seperti ini, harus ada perubahan kedepannya, jadi selain kami menabung untuk memiliki rumah sendiri, kami juga terus berusaha hidup semaksimal mungkin. Semuanya memiliki resiko, termasuk kehidupan saat ini, jika tidak ambil segera mungkin kesempatan itu akan hilang, jadi intiny selama ada peluang untuk mencari rejeki, maka selama itu juga akan kami susul.
0 Komentar