Sebulan lagi sudah tidak terasa pemilihan umum akan segera diselenggarakan, tahun ini menjadi tahun politik yang panas, jelas terlihat pada debat-debat sebelumnya. Banyak juga drama-drama sebelum ketiga calon terpublish di media. Misalnya no urut 2 yang mencalonkan diri sebagai cawapres, yang padahal tidak memenuhi persyaratan umum dari usianya, namun akhirnya dikabulkan MA.
Ada juga drama dari Paslon 3 yang sebelumnya suka nongol di video klip azan dari televisi swasta, yang ternyata berkoalisi dengan banteng merah. Masih banyak lainnya perdramaan ini, dan jujur ini menjadi hiburan tersendiri dari uniknya indonesia.
KPU MENDORONG MASYARAKAT UNTUK TIDAK GOLPUT
Golongan putih atau golput sudah terjadi dari zaman pemilihan sistem demokrasi, mungkin masyarakat yang golput ini tidak tahu harus memilih siapa atau memang ada sikap ketidak percayaan terhadap pemerintahan.
Saya sendiri bukan tipikal masyarakat yang golput, saya lebih bersikap kritis sebelum memilih pilihannya, misalnya dengan menonton acara debat, disini saya bisa tahu bagaimana visi misi calon untuk kedepannya, walaupun sekedar hanya omongan saja, dan belum terbukti, tapi setidaknya tahu bagaimana pembawaan si calon ini.
Jadi untuk tahun ini saya memilih untuk tidak golput.
KONSPIRASI
Saya mengobrol dengan teman dipekerjaan masalah hak pilih, dan jelas itu berbeda-beda, dan kita tidak tahu juga bukti apa yang bisa dijadikan acuan bahwa kita bisa memilih mereka. Namun ada sedikit teori konspirasi untuk paslon no 2 dan 3.
No urut 2 ini salah satunya menjadi titisan presiden untuk melanjutkan program kerjanya yang sudah berjalan, kita tahun presiden saat ini sudah terlepas dari dalangnya, maksudnya dulu banyak sekali konspirasi bahwa bapak J ini dimainkan oleh ibu M untuk memimpin negara ini, awalnya memang iya, namun semakin kesini semakin melawan atas instruksinya (mungkin).
Jadi ibu M ini memilih G untuk menjadi capres, dan dengan upaya bisa melanjutkan kekuasaannya. Yess kekuasaan yang terdalangi oleh beliau, serupa dengan bapak J dulunya. Dan tidak tinggal diam, muncullah cawapres G untuk bisa bergabung dengan P, hal ini menurut konspirasi yang beredar agar bisa meneruskan program kerja J nantinya.
Sementara jika G berhasil menjadi presiden, maka bisa jadi program yang sudah berjalan akan terhenti, dan muncul kebijakan baru. Begitu konspirasinya.
Jadi bagaimana calon A ? apakah terlibat konspirasi juga, saya rasa tidak. Makanya prinsip saya yang mungkin sama dengan orang kebanyakan adalah kita tidak boleh golput, tapi setidaknya pilih orang lain agar orang yang menurut kita buruk tidak berhasil menjadi pemenang. Nah, jadi intinya saya pasti akan memilih salah satu agar orang yang menurut saya buruk, tidak menang dalam pemilihan presiden.
Jadi bagaimana jika orang yang kita pilih itu kedepannya buruk juga? wallahua'lam semoga kita semua berada dalam lindungannya.
0 Komentar