Drama didalam dunia pekerjaan seperti tidak ada habis-habisnya, saat ini manajemen perusahaan telah meringkus dua orang yang terjerat kasus pidana di perusahaan, bagaimana tidak orang-orang ini ternyata menggunakan cara licik untuk mendapatkan uang haram dari perusahaan.
Inisial H yang selama ini menjadi orang penting dalam hal pengiriman barang ke customer ternyata berbuat hal yang diluar dugaan, dia memanipulasi data perusahaan tentang surat jalan keberangkatan truk, misalnya dalam satu hari keberangkatan truk adalah 10 perjalanan, namun H ini memanipulasi dengan menambah jumlah keberangkatannya menjadi 15.
Selisi 5 perjalanan itu masuk ke kantong pribadi melalui jasa ekspedisinya, jadi dia memang tidak sendiri, bekerja sama dengan jasa ekspedisi. Hal ini karena tanpa jasa ekspedisi dia tidak akan mendapatkan uangnya, jadi bagaimana sistemnya. Berikut penjelasannya ;
H membuat surat jalan seperti biasanya, misalnya dalam satu hari membuat 10 surat jalan untuk 10 kali perjalanan, disela itu membuat 5 surat jalan juga yang memang ini sebenarnya tidak ada alias fiktif.
Pada akhir bulan akunting perusahaan saya bekerja seperti biasa juga membuat perhitungan berapa perjalanan dalam satu bulan, misalnya 10 dikalikan 22 hari kerja, yakni 220 perjalanan, dan yang 5 perjalanan fiktif ini juga secara otomatis terhitung, 5 dikalikan 22 hari kerja yaitu 110 perjalanan.
Dari sini perusahaan membayar ke puhak ekspedisi 330 perjalanan setiap bulannya, dan H ini melakukan manipulasi data ini selama kurun waktu lebih dari setahun. Pihak ekspedisi memberikan uang 110 perjalanan setiap bulan kr H, mungkin saja berbagi juga dengan pihak ekspedisi yang bermain.
Kerugian peusahaan tertaksir milyaran rupiah, dan dari uang ini H juga memberi sebagian ke F yang memang bagian dari purchasing, atau pihak yang awalnya memilih ekspedisi ini untuk bekerja sama.
DI PANGGIL POLISI
HRD selaku orang yang bertanggung jawab tehadap pelanggaran yang terjadi diperusahaan, akhirnya menjebloskan mereka ke kantor polisi untuk di usut tuntas. Dengan bukti yang ada, H tidak lagi bisa berkutik sama sekali, dan akhirnya mengakui.
F yang sedari awal tidak mengakui keterlibatan dia terhadap kasus yang ada, bersikukuh hanya mendapat uang kecil dari H dan tidak tahu uangnya dari mana, hanya menerima saja. Saya secara pribadi aneh sekali, masa menerima uang tidak tahu asal-usulnya dari mana, jelas-jelas F ini hanya melakukan pembelaan diri.
Selain itu F juga menerima gratifikasi berupa mobil ekspander dari ekspedisi sejak setahun yang lalu, dari sinii juga sudah jelas F melakukan pelanggaran diperusahaan, yaitu melakukan suap menyuap.
PERNAH KONFLIK DENGAN F
Saya sebagai engineering dalam perusahaan, jika ingin membeli sesuatu tentu melalui purchasing, dan F ini juga terlibat gratifikasi lagi dalam pembelian yang saya ajukan, misalnya saya memesan alat untuk mengecek barang, tentu ini harganya tidaklah murah, berkisaar antara puluhan hingga ratusan juta.
F ini memasukkan supplier lokal, dan diluar pekerjaan F melakukan perjanjian terlarang dengan supplier ini, yess meminta komisi atas terpilihnya supplier tersebut. Saya sebagai pekerja diperusahaan ini sejujurnya tidak masalah dan tidak ingin tahu apa yang dilakukan F ini, selama itu tidak mengganggu pekerjaan saya.
Namun, pemilihan supplier yang ditentukan oleh F ini kebanyakan jelek, maksudnya jelek dari hasil pengerjaannya, sehingga saya sebagai user utama tidak puas akan hasilnya, efeknya adalah saya beserta team yang bekerja dalam project akhirnya terganggu, dan ini menyebabkan efek domino.
Saya jadi sasaran manajemen dengan alasan kinerja tidak sesuai yang diharapkan, dan yang paling menyebalkan ialah dikejar-kejar oleh customer utama. Sejak itu saya dan team memutuskan untuk mencari supplier yang benar-benar bagus.
Konflik yang terjadi antara saya dengan F adalah, ketika saya menemukan supplier yang bagus dan tentunya bukan lokal, seketika dia seperti marah sambil berkata " Kamu memilih supplier S memangnya bagus? bagaimana nanti kedepannya jika ada masalah, apakah S ini akan support? dan bagaimana kredibilitasnya?".
Sontak saya menjawab dengan nada tinggi yang memang ketrigger oleh perkataannya, " Saya tahu kok mana yang bagus dan mana yang tidak, lagi pula lihat saja kedepannya, saya yakin dengan pilihan saya".
Dari sana hubungan saya dengan F ini tidak baik-baik saja, dan saya masa bodo tidak peduli, yang penting saya kerja dengan jujur dan tidak bermain dibelakang.
Teman-teman saya sering mengatakan harus hati-hati dengan orang yang sedang bermain di perusahaan, diingatkan bahwa saya bukanlah siapa-siapa, hanya staff saja. Bisa-bisa kamu di santet atau di hajar diluar oleh orang-orang seperti itu.
Tapi saya tidak takut sama sekali, saya melakukan hal yang benar dan tidak merugikan siapapun terlebih perusahaan. Jadi insya allah semuanya akan baik-baik saja, saya yakin dengan Allah swt yang selalu melindungi hambanya, apalagi saya ini bekerja untuk menghidupi keluarga dirumah.
Dan pada hari ini terbukti sudah, siapa yang salah pada akhirnya harus menelan racun yang dibuatnya sendiri, dari sini saya amat bersyukur atas kejadian yang terjadi.

0 Komentar