Ayah hari ini aku telah memasuki masa dewasa, dimana ternyata banyak sekali masalah yang harus dihadapi, aku tidak menyangka akan seperti ini. Dulu kau pernah memberi nasihat bahwa pria itu harus serba bisa, dan sampai saat ini aku telah berusaha untuk bisa, namun kadang gagal melewatinya. Sekarang aku merasakan apa yang dirasakan engkau.
Ayah, haruskah ku bertahan atas semua ini, sungguh tak sangguh ayah. Sisi pencundangku selalumuncul setiap saat, berandai bagaimana jika kembali kemasa lalu dan menikmati semuanya, namun perandaian ini hanya sia-sia dan bukti bahwa aku telah menyerah akan dunia ini. Dikala bingung aku selalu meminta nasihatmu, namun aku tahu tidak akan selamanya engkau menemani ku.
![]() |
| Dear Ayah ! |
Ternyata selama ini begilah yang engkau rasakan, menerpa kejamnya dunia dihadapi sendiri. Tapi aku yang lemah tak mungkin bisa sekuat engkau ayah, kadang jiwa ini melayang seperti ingin lepas dari semuanya, tanggung jawab yang kutanggung sungguh berat, sangat berat. Jujur aku tak sanggup dan entah sampai kapan akan bertahan.
Ayah, mengapa engkau tak pernah bercerita akan kejamnya hidup, mengapa aku dibiarkan menerpa kehidupan ini sendiri. Kehidupan ini bagai berenang melawan arus dan dibelakang terdapat jurang kegagalan, aku tak tak tahu kapan akan terperosok jurang kegagalan ini, ingin sekali menepi dan beristirahat. Ayah, aku hanya berdoa agar semuanya lancar, diberikesehatan untuk mengahdapi semuanya.

0 Komentar