Cita-cita sering kali didengar saat sekolah dasar, pasti pak guru atau bu guru pernah menanyakan 'Apa cita-cita kamu'. Saya sendiri dari SMP sudah memiliki sebuah cita-cita yang dirasa sudah matang, jika jaman SD sih tak tahu harus bagaimana dan tidak ada pikiran terkait cita-cita.

Saya memiliki cita-cita menjadi dokter dan sampai tamat SMA pun ingin sekali sekolah kedokteran pada saat kuliah nanti, sebenarnya ayah juga menanyakan mau menjadi apa atau ingin apa kedepannya, dengan tegas ingin menjadi Dokter, namun karena ekonomi yang tidak berimbang dengan cita-cita juga nilai akademik yang bisa dibilang kurang, apa daya cita-cita itu hanya sebuah perandaian saja.

original pic
Namun cita-cita tetaplah cita-cita, mulai memiliki anak, saya bertekad untuk menjadikannya seseorang yang berguna, bahkan saya harap kelak nanti anak ini harus menjadi Dokter, bukannya memaksa kehendak, namun ini hanya sebuah tekad saya saja, urusan keinginan anak menjadi apa, tentu saya akan menyerahkan kembali apa yang menjadi keinginannya. 

Keinginan anak menjadi Dokter, itu adalah sebuah tekad saya bagaimana mewujudkan cita-cita, yaa dari biaya tentunya, sebagai penyemangat saya mengumpulkan tabungan untuknya. Apapun cita-citanya, insya allah ayah akan menyanggupi biayanya, amin.