Pengalaman Menangani Sariawan Pada anak Usia 1-2 tahun hingga tak Makan 3 hari

 Mengalami sariawan memang rasanya tidak enak, bahkan menjengkelkan, tidak bisa memakan makanan dengan baik dan sampai berbicara pun rasanya malas sekali. Lain halnya dengan sariwan yang dialami anak kecil usia 1- 2 tahun, pasti rewel sekali, itu lah pengalaman saya sebagai orang tua ketika mengurus anak yang mengalami sariawan.

Sariawan pada anak biasanya menyerangs aat daya dahan tubuh sedang turun, juga bisa disebabkan makanan yang dimakan, misalnya makanan pedas atau panas. Seeperti kasus anak saya yang sariawan setelah meminum minuman yang agak panas.

Sariawan yang awalnya sedikit, lama kelamaan semakin meluas, sebagai orang tua pastinya panik, terlebih anak ini tidak mau makan atau minum susu sekalipun, seperti ada rasa trauma jika setelah makan atau minum rasa sakit sariawan menjadi lebih terasa.

ANAK TAK MAU MAKAN HINGGA 3 HARI

Hal yang paling sedih ialah sariawan ini semakin meluas dan anak saya sudah  hari ini tak sesuap pun masuk makanan, dan bahkan minum susu botol pun tak mau, hanya air putih atau L*rutan yang tak berasa yang bisa masuk.

Sariawan pun sedikit aneh, awal mulaanya bintik pada lidah, semakin hari semakin menjadi lebar dan ada banyak sekali, rewel sekali, begini begitu pun selalu salah.

Kira-kira seperti ini, namun lebih banyak lagi. sumber ; Hello Sehat

Lebih parahnya, anak saya tak makan hingga 3 hari, Awal mula berat badan 12kg, hingga turun menjadi 10kg, orang tua mana yang tak sedih merasakan seperti ini. Ditambah lagi gusinya agak merah, seperti akan tumbuh gigi.

KERUMAH SAKIT MEMERIKSAKAN KONDISI YANG SEMAKIN PARAH

Pada hari keempat, saya pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi sariawannya yang tak kunjung sembuh, biasanya dalam 3 hari agak lumayan reda, namun kali ini tak sama sekali.

Awalnya sempat bingung harus ke dokter mana yang akan di datangi, dokter anak atau dokter gigi dan mulut anak, sampai saya meminta informasi kepada teman yang kebetulan seorang dokter umum, dan dipilihlah dokter gigi anak, karena kondisinya berbarengan dengan gusi yang agak bengkak dan merah, dan walaupun tak ada gusi yang bengkak, teman saya ini tetap menyarankan ke dokter gigi anak, karena memang kondisi radang area mulut.

Tanpa ba-bi-bu dan menghiraukan Bpjs, akhirnya saya langsung ke salah saturumah sakit besar dan terpercaya di daerah Karawang. Disini saya daftar sebagai umum tanpa BPJS, karena saya khawatir menggunakan Bpjs menyita waktu dan obatpun hanya generik.

DIPERIKSA OLEH DOKTER GIGI  ANAK

Setelah 2 menit diperiksa dengan teriakan anak kecil yang tak mau membuka mulut, rasanya sangat lama sekali. Dokter menyimpulkan bahwa ini hanya peradangan pada gusi yang kebetulan disertai sariawan, jadi wajar anak rewl dan susah makan. Tapi, dokter menyarankan kembali jika dalam 2-3 hari ini tak kunjung membaik, dirujuk ke dokter Gigi dan Mulut Anak.

Akhirnya, kami diresepkan obat seperti ini ;

Aloclair Plus Gel
Obat sariawan dalam bentuk salep gel yang aman digunakan pada mulut dan lidah, jadi jika tertelan pun tidak apa-apa, tapi disarankan boleh makan minum setelah satu jam penggunaan salep ini, kata dokter.
Harganya pun lumayan mahal, sekitar 220ribuan.

Setelah 2 hari menggunakan salep ini, alhamdulilah sariawan pada anak saya mulai berkurang, dan bisa makan dan minum walaupun tak banyak, setidaknya ada perubahan yang cukup signifikan. dan pada hari ke-4 kondisi sariawan sudah tidak ada lagi, walaupun radang gusi karena akan tumbuh gigi masih ada.

Oh ya, saya disini hanya share pengalaman saja ketika mengurus anak sakit sariawan parah, untuk obat yang digunakan saya tekankan bahwa ini DISCLAIMER, artinya bukan referensi yang akurat, karena setiap orang memiliki sistem tubuh berbeda, jadi ada baiknya segera konsultasikan ke dokter terkait.

Posting Komentar

0 Komentar